Langsung ke konten utama

Merancang Instrumen Penilaian Portofolio

Mata Kuliah:

Pengembangan Instrumen Tes



Dosen Pengampu:

Yumn Jamilah, M.Pd.T.



Oleh:

Anisa Eka Safitri (1911010015)



Kelas/Semester:

D/5

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2021 











Merancang Instrumen Penilaian Portofolio


A. Pengertian
Portofolio merupakan salah satu assesmen yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Portofolio merupakan suatu wadah yang berisi kumpulan bukti dalam kurun waktu tertentu secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu, yang berisi rangkuman diskusi, jurnal belajar, hasil pengamatan, refleksi diri, dan identitas portofolio yang menunjukkan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Sehingga dengan menggunakan portofolio ini tingkat perkembangan siswa lebih dapat diukur dan dipahami dari pada hanya dengan menggunakan test standar. Dengan portofolio bisa diketahui gambaran keseluruhan tentang segala aktivitas siswa dan apa yang dipahami selama pembelajaran berlangsung.

Penilaian portofolio bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik dalam membangun dan merefleksi suatu pekerjaan/tugas atau karya melalui pengumpulan (collection) bahan tujuan dan keinginan yang dibangun oleh peserta didik, sehingga hasil konstruksi tersebut dapat dinilai dan dikomentari oleh pendidik dalam periode tertentu. Jadi, penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalam penilaian kinerja peserta didik atau di kinerja.


B. Tujuan
Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. Dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan antara lain:
1. Menghargai perkembangan yang di alami siswa.
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.
3. Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik.
4. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimental.
5. Meningkatkan efektifitas proses pengajaran.
6. Bertukar informasi dengan orang tua wali siswa dan guru lain.
7. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa.
8. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.
9. Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.


C. Bentuk
Menurut Fosters dan Masters (1998) penilaian bentuk portofolio dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :
1. Portofolio kerja (working portofolio)
Portofolio kerja adalah usaha mandiri yang telah dilakukan siswa atau usaha bersama dari kelompok siswa. Hal-hal yang harus dilakukan siswa dan dinilai dalam penilaian portofolio antara lain berupa draft, pekerjaan yang belum selesai, atau pekerjaan terbaik yang bisa dilakukan siswa. Berbagai macam tugas yang setara atau yang berbeda disajikan kepada siswa, siswa boleh memilih tugas-tugas yang dianggap cocok untuk mereka. Guru juga dapat memutuskan apa yang harus dikerjakan siswa. Siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dalam mengerjakan tugas tertentu.

2. Portofolio dokumentasi (documentary portofolio)
Portofolio dokumentasi adalah koleksi dari sekumpulan hasil kerja siswa selama kurun waktu tertentu. Isi penilaian portofolio harus menyajikan suatu bukti yang berkaitan dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian haisil belajar yang telah ditentukan. Untuk menunjukkan hal ini, kegiatan belajar mengajar harus sesuai dengan indikator tersebut. Jika kemampuan problem solving sebagai salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran matematika misalnya, tetapi kegiatan belajar mengajar dikelas hanya memfokuskan pada latihan menghitung, maka hasil kerja siswa tidak akan menunjukan hasil kerja yang berkaitan dengan problem solving sebagai bagian dari documentary portofolio dokumentasi, melainkan hanya menghitung.

3. Portofolio penampilan (show portofolio)
Portofolio penampilan (show portofolio) digunakan untuk memilih hal-hal yang paling baik yang menunjukan bahan atau pekerjaan terbaik yang dihasilkan oleh siswa. Portofolio pertunjukan bertujuan untuk menyeleksi pekerjaan terbaik yang dilakukan oleh siswa. Portofolio pertunjukan di gunakan untuk tujuan seperti seleksi, sertifikasi, maupun penilaian kelas. Untuk tujuan yang lebih rumit, yang sangat memerlukan perbandingan, validitas perbandingan haruslah benar-benar diperhatikan oleh beberapa penilai adalah perlunya reliabilitas, yaitu apakah skor yang diberikan kepada hasil kerja siswa itu konsisten atau tidak.


D. Langkah-Langkah Menyusun Penilaian Portofolio
Agar terarah, pengunaan portofolio harus dilakukan dengan perencanaan yang sistematis, melalui enam langkah di bawah ini.
Langkah pertama: Menentukan maksud atau fokus portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Mengapa saya (guru) memerlukan portfolio siswa?
2. Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
3. Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
4. Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
5. Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
6. Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain (misalnya siswa, orang tua, dan guru)?

Langkah kedua: Menentukan aspek isi yang dinilai
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah saya (guru) akan menilai hanya karya terbaik siswa, ataukah akan menilai perkembangan siswa?
2. Pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa, yang menjadi aspek utama untuk dinilai?

Langkah ketiga: Menentukan bentuk, susunan, atau organisasi portofolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Jenis isi apa, karya cipta siswa ataukah catatan laporan kegiatan siswa yang harus ada untuk mendapat nilai?
2. Apa yang harus ada dalam ‘Daftar Isi’ portofolio, atau apa garis besar isi portofolio, yang harus terdapat dalam portofolio?
3. Bagaimana definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi portofolio?

Langkah keempat: Menentukan penggunaan portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Berapa lama setiap hari siswa diharapkan mengerjakan tugas membuat portofolio itu? (Misalnya 15 menit setiap hari)
2. Bagaimana kaitan antara portofolio itu dan pembelajaran sehari-hari?
3. Siapa yang menentukan jenis isi portofolio itu? (Guru sendiri, guru dan siswa, atau siswa sendiri?)
4. Kapan portofolio itu akan dicermati untuk dinilai?
5. Bagaimana pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor)?
6. Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan siswa yang bersangkutan?
7. Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua siswa, kepala sekolah, guru lain, atau siswa lain?

Langkah kelima: Menentukan cara menilai portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah penskoran portofolio akan dilakukan dengan dua macam rubrik (pedoman) penskoran, yaitu rubrik umum dan rubrik khusus?
2. Apakah rubrik penskoran untuk setiap jenis isi portofolio itu sudah ada?
3. Apakah penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama siswa yang bersangkutan?

Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah nilai portfolio akan dinyatakan sebagai satu skor saja?

Perlu diperhatikan bahwa isi portofolio dapat sangat bervariasi. Oleh karena itu, guru harus mengarahkan siswa agar portofolio yang dibuat oleh siswa sesuai dengan tujuaan pembelajaran. Guru sebaiknya menentukan apa yang harus ada di dalam portofolio dan apa yang boleh ada di dalam portofolio; meskipun produk yang istimewa di luar yang ditentukan itu tentu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Penggunaan portofolio juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan dan memahami siswanya. Dalam rangka itu, sebaiknya portofolio dibahas dengan sesama guru, kepala sekolah, dan dengan orang tua siswa.










DAFTAR PUSTAKA

Kristiawan, I Gede Made Agus, dkk. Pengembangan Instrumen Penilaian Portofolio (Studi Kasus: Mata Pelajaran TIK dengan Materi Microsoft Word). Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika. Vol. 2. No. 6. Agustus 2013.

http://ekophyseduc.blogspot.com/2012/01/makalah-penilaian-portofolio.html?m=1

http://literaturkti.blogspot.com/2014/04/langkah-langkah-perencanaan-portofolio.html?m=1

http://muhandyafdal.blogspot.com/2017/12/makalah-penilaian-portofolio.html?m=1





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instrumen Penilaian Unjuk Kerja

 Mata Kuliah: Pengembangan Instrumen Tes Dosen Pengampu: Yumn Jamilah, M.Pd.T. Oleh: Anisa Eka Safitri (1911010015) Kelas/Semester: D/5 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2021 PENILAIAN UNJUK KERJA A. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. Tujuan penilaian unjuk kerja adalah untuk mengetahui apa yang siswa ketahui dan apa yang mereka lakukan. Dengan demikian penilaian unjuk kerja tersebut harus bermakna, autentik dan dapat mengukur penguasaan siswa. Autentik artinya realistis atau sesuai dengan kehidupan nyata. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan m...

Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD (Tes Tertulis)

 Mata Kuliah: Pengembangan Instrumen Tes Dosen Pengampu: Yumn Jamilah, M.Pd.T. Oleh: Anisa Eka Safitri (1911010015) Kelas/Semester: D/5 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2021 Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD (Tes Tertulis) Ciri-ciri Tes Hasil Belajar yang Baik Adapun tes di katakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaraan tes sebagai berikut: 1. Alat evaluasi harus Objektivitas, maksudnya tidak adanya unsur pribadi yang mempengaruhi lawan dari objektif adalah subyektif, artinya terdapat unsur pribadi yang masuk mempengaruhinya, untuk menghindari masuknya unsur subyekifitas maka penilaian harus di laksanakan dengan mengingat pedoman. 2. Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinu (terus menerus), dengan demikian akan di peroleh gambaran yang lebih jelas tentang keadaan siswa. 3. Evaluasi harus dilaksanakan secara komperhensif (menyeluruh), yang dimaksud dengan komperhe...

Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis

  Mata Kuliah: Pengembangan Instrumen Tes Dosen Pengampu: Yumn Jamilah, M.Pd.T. Oleh: Anisa Eka Safitri (1911010015) Kelas/Semester: D/5 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2021 Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis A. Pengertian Dalam mengembangkan instrumen, Tuckman (1978) telah menunjukkan langkah-langkah yang dapat diikuti yaitu dengan menentukan tujuan dan variabel yang akan diukur, menentukan indikator, menulis butir-butir instrumen, serta menguji coba, dan mengevalusi instrumen. Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan lain-lain. B. Bentuk-bentuk Dari Penilaian Tertulis 1. Tes Objektif Tes ini dikenal dengan istilah tes jawaban pendek, merupakan ...