Langsung ke konten utama

Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis

  Mata Kuliah:

Pengembangan Instrumen Tes



Dosen Pengampu:

Yumn Jamilah, M.Pd.T.



Oleh:

Anisa Eka Safitri (1911010015)



Kelas/Semester:

D/5

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2021











Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis


A. Pengertian

Dalam mengembangkan instrumen, Tuckman (1978) telah menunjukkan langkah-langkah yang dapat diikuti yaitu dengan menentukan tujuan dan variabel yang akan diukur, menentukan indikator, menulis butir-butir instrumen, serta menguji coba, dan mengevalusi instrumen.

Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan lain-lain.


B. Bentuk-bentuk Dari Penilaian Tertulis

1. Tes Objektif

Tes ini dikenal dengan istilah tes jawaban pendek, merupakan salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab dengan jalan memilih salah satu diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item atau dengan cara menuliskan jawabannya berupa kata-kata atau simbol-simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masing-masing butir item yang bersangkutan. Tes Objektif dibagi lagi menjadi 4, yaitu tes pilihan ganda, tes benar-salah, tes menjodohkan/ mencocokkan, dan tes uraian singkat (melengkapi).


2. Tes Subjektif

Tes Subjektif merupakan tes yang jawabannya berupa uraian dan penskorannya dilakukan dengan pertimbangan benar salahnya uraian yang diberikan testi (peserta tes). Ada beberapa bentuk soal uraian, yaitu uraian bebas, uraian terbatas, dan uraian berstruktur.


C. Langkah-langkah Penyusunan Instrumen Tes Tertulis

Langkah-langkah dalam penyusunan instrumen tes tertulis, meliputi penentuan tujuan, penyusunan kisi-kisi, penulisan soal, telaah, dan revisi.

a. Penentuan Tujuan

Dalam menyusun tes tertulis, pendidik harus menetapkan tujuan tes terlebih dahulu. Tujuan tes pencapaian belajar adalah untuk mendapatkan informasi tentang seberapa jauh siswa sudah menyerap isi bahan pengajaran yang disajikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Tujuan tes diselenggarakan dengan tujuan:
1) Untuk keperluan seleksi,
2) Untuk menempatkan orang pada kelas-kelas tertentu,
3) Untuk mengetahui hasil belajar,
4) Untuk keperluan diagnostik, dan
5) Untuk keperluan uji coba.


b. Penyusunan Kisi-Kisi

Sebelum menulis soal tes tulis, salah satu hal yang harus dilakukan adalah menysun kisi-kisi tes. Kisi-kisi adalah suatu format berbentuk matriks yang berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan perakitan tes. Dengan adanya kisi-kisi, dapat dihasilkan soal yang sama (paralel) dari segi kedalaman dan cakupan materi.

Kisi-kisi tes atau blue print, table of specification, lay-out, plan, or frame work berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan perakitan tes. Komponen kisi-kisi tes yaitu:
1) Jenis sekolah/kelas/semester,
2) Mata pelajaran,
3) Kurikulum yang diacu,
4) Alokasi waktu,
5) Jumlah soal,
6) Bentuk soal,
7) Bahan-bahan pengajaran yang akan diukur,
8) Jenis kompetensi yang akan diukur (ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, evaluasi),
9) Banyaknya soal yang akan disusun untuk masing-masing bahan pengajaran dan kompetensi/aspek intelektual yang akan diukur,
10) Tingkat kesukaran masing-masing soal.

Syarat kisi-kisi yang baik:
1) Mewakili isi kurikulum/kompetensi;
2) Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami;
3) Dapat dibuat soalnya sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.

Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknya memperhatikan 4 aspek sebagai berikut:
1) Urgensi, secara teoritis materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai peserta didik;
2) Relevansi, materi yang dipilih sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain;
3) Kontinuitas, materi yang dipilih merupakan materi lanjutan atau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernah dipelajari dalam jenjang yang sama maupun antar jenjang; dan
4) Keterpakaian, materi memiliki daya terap dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.


c. Penulisan Butir Soal

Penulisan butir soal tes tulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk objektif dan kaidah penulisan soal uraian.

Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tulis sangat tergantung pada perilaku /kompetensi yang akan diukur. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tulis dengan bentuk soal uraian, ada pula yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tulis dengan bentuk objektif. Bentuk tes tulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain.

Dalam penulisan soal, harus memperhatikan kaidah penulisan soal. Selain itu, dalam menyusun soal tidak boleh menyinggung Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA). Soal juga tidak boleh bermuatan politik, pornografi, kekerasan, promosi instansi, dan produk komersial.











DAFTAR PUSTAKA


Silverius, Suke. 1991. Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wahidmurni, Mustikawan, A., & Ridho, A.. 2010. Evaluasi Pembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Penerbit Nuha Liter.

https://bertema.com/langkah-langkah-penyusunan-instrumen-tes-tertulis

https://kelasguru.com/ebook/penilaian-tes-tertulis-teknis-dan-panduan-lengkap/

http://marsellinasindawati.blogspot.com/2015/06/makalah-penilaian-tertulis.html?m=1







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instrumen Penilaian Unjuk Kerja

 Mata Kuliah: Pengembangan Instrumen Tes Dosen Pengampu: Yumn Jamilah, M.Pd.T. Oleh: Anisa Eka Safitri (1911010015) Kelas/Semester: D/5 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2021 PENILAIAN UNJUK KERJA A. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. Tujuan penilaian unjuk kerja adalah untuk mengetahui apa yang siswa ketahui dan apa yang mereka lakukan. Dengan demikian penilaian unjuk kerja tersebut harus bermakna, autentik dan dapat mengukur penguasaan siswa. Autentik artinya realistis atau sesuai dengan kehidupan nyata. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan m...

Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD (Tes Tertulis)

 Mata Kuliah: Pengembangan Instrumen Tes Dosen Pengampu: Yumn Jamilah, M.Pd.T. Oleh: Anisa Eka Safitri (1911010015) Kelas/Semester: D/5 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2021 Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD (Tes Tertulis) Ciri-ciri Tes Hasil Belajar yang Baik Adapun tes di katakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaraan tes sebagai berikut: 1. Alat evaluasi harus Objektivitas, maksudnya tidak adanya unsur pribadi yang mempengaruhi lawan dari objektif adalah subyektif, artinya terdapat unsur pribadi yang masuk mempengaruhinya, untuk menghindari masuknya unsur subyekifitas maka penilaian harus di laksanakan dengan mengingat pedoman. 2. Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinu (terus menerus), dengan demikian akan di peroleh gambaran yang lebih jelas tentang keadaan siswa. 3. Evaluasi harus dilaksanakan secara komperhensif (menyeluruh), yang dimaksud dengan komperhe...