Mata Kuliah:
Dosen Pengampu:
Oleh:
Kelas/Semester:
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNGTAHUN AKADEMIK 2021
Mekanisme dan Prosedur Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD
A. Mekanisme Pengembangan Instrumen Penilaian agama Islam di MI/SD
1. Mekanisme Penilaian Sikap Siswa
Penilaian sikap dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas, serta orang tua. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan:a. Mengamati perilaku siswa selama pembelajaran.b. Menulis perilaku siswa dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan.c. Menindaklanjuti hasil pengamatan.d. Mendeskripsikan perilaku siswa. Mekanisme penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut:
2. Mekanisme Penilaian Pengetahuan Siswa
Penilaian pengetahuan dilakukan melalui tahapan:a. Menyusun perencanaan penilaian.b. Mengembangkan instrumen penilaian.c. Melaksanakan penilaian.d. Melaporkan hasil penilaian.e. Memanfaatkan hasil penilaian.
3. Mekanisme Penilaian Keterampilan Siswa
Penilaian keterampilan dilakukan melalui tahapan:b. Menyusun perencanaan penilaian.b. Mengembangkan instrumen penilaian.c. Melaksanakan penilaian.d. Melaporkan hasil penilaian.e. Memanfaatkan hasil penilaian.
Mekanisme pengembangan instrumen penilaian agama Islam pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan dengan mekanisme:1. Perancangan penilaian PAI oleh pendidik dilakukan pada saat pengembangan program pembelajaran, baik dalam bentuk silabus maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2. Ulangan tengah semester dan akhir semester PAI adalah teknik penilaian untuk mengukur ketuntasan penguasaan kompetensi PAI peserta didik pada tengah semester dan akhir semester. Ulangan ini dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.3. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI oleh satuan pendidikan dilakukan melalui Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan pada satuan pendidikan.
B. Prosedur Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD
Prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan tes/penilaian hasil belajar, yaitu: 1. Menyusun spesifikasi tes/penilaian
Hal-hal yang dilakukan ketika menyusun spesifikasi tes/penilaian adalah menentukan tujuan tes/penilaian, menyusun kisi-kisi, memilih bentuk tes/penilaian, dan tes/penilaian sumatif. Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam menulis soal dan siapa saja yang menulis soal akan menghasilkan tingkat kesulitan yang relatif sama.
2. Menulis soal tes/penilaian
Penulisan soal merupakan penjabaran dari indikator menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi-kisi yang telah dibuat.
3. Menelaah soal tes/penilaian
Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan atau kekurangan.
4. Melakukan uji coba tes/penilaian
Uji coba tes/penilaian dilakukan sebagai sarana memperoleh data empiris tentang tingkat kebaikan soal yang telah disusun.
5. Menganalisis butir-butir soal tes/penilaian
Dengan adanya analisis butir-butir soal tes/penilaian dapat dikatahui tingkat kesulitan butir soal, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh.
6. Memperbaiki tes/penilaian
Langkah ini biasanya dilakukan tes/penilaian butir soal, yaitu memperbaiki masing-masing butir soal yang ternyata masih belum baik.
7. Merakit tes/penilaian
Dalam merakit soal, hal-hal yang dapat memengaruhi validitas soal seperti nomor urut soal, pengelompokkan bentuk soal, layout, dan sebagainya harus diperhatikan karena walaupun butir-butir soal yang disusun sudah baik tetapi jika penyusunannya sembarang dapat menyebabkan soal tersebut menjadi tidak baik.
8. Melaksanakan tes/penilaian
Pelaksanaan tes/penilaian dilakukan sesuai dengan waktu yang tekah ditentukan dan diperlukan pengawasan agar tes/penilaian benar-benar dikerjakan dengan jujur.
9. Menafsirkan hasil tes/penilaian
Hasil tes/penilaian menghasilkan data kuantitatis yang berupa skor. Skor ini kemudian ditafsirkan sehingga menjadi nilai, yaitu rendah, menengah, atau tinggi. Tinggi rendahnya nilai selalu dikaitkan dengan acuan penilaian. Terdapat dua acuan penilaian yang sering digunakan dalam dunia psikologi dan pendidikan, yaitu acuan norma dan acuan kriteria.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan tes/penilaian menurut, yaitu :1. Aspek yang hendak diukur,2. Pihak penyusun,3. Tujuan penggunaan tes,4. Sampel,5. Kesahihan dan keandalan,6. Pengadministrasian,7. Cara menskor,8. Kunci jawaban,8. Tabel skor mentah, dan9. Penafsiran.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. 2012. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Widoyoko, E. P. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
https://www.khaerullahsyalwi.net/2016/11/langkah-langkah-dan-prosedur.html?m=1
https://larggono.blogspot.com/2016/09/pengembangan-standar-penilaian.html?m=1
https://www.vadcoy.com/2021/01/mekanisme-dan-instrumen-penilaian-siswa-sma.html?m=1
A. Mekanisme Pengembangan Instrumen Penilaian agama Islam di MI/SD
1. Mekanisme Penilaian Sikap Siswa
2. Mekanisme Penilaian Pengetahuan Siswa
3. Mekanisme Penilaian Keterampilan Siswa
1. Perancangan penilaian PAI oleh pendidik dilakukan pada saat pengembangan program pembelajaran, baik dalam bentuk silabus maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI oleh satuan pendidikan dilakukan melalui Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan pada satuan pendidikan.
B. Prosedur Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD
1. Menyusun spesifikasi tes/penilaian
2. Menulis soal tes/penilaian
3. Menelaah soal tes/penilaian
4. Melakukan uji coba tes/penilaian
5. Menganalisis butir-butir soal tes/penilaian
6. Memperbaiki tes/penilaian
7. Merakit tes/penilaian
8. Melaksanakan tes/penilaian
9. Menafsirkan hasil tes/penilaian
Hasil tes/penilaian menghasilkan data kuantitatis yang berupa skor. Skor ini kemudian ditafsirkan sehingga menjadi nilai, yaitu rendah, menengah, atau tinggi. Tinggi rendahnya nilai selalu dikaitkan dengan acuan penilaian. Terdapat dua acuan penilaian yang sering digunakan dalam dunia psikologi dan pendidikan, yaitu acuan norma dan acuan kriteria.
Arifin, Z. 2012. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Widoyoko, E. P. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
https://www.khaerullahsyalwi.net/2016/11/langkah-langkah-dan-prosedur.html?m=1
https://larggono.blogspot.com/2016/09/pengembangan-standar-penilaian.html?m=1
Komentar
Posting Komentar